Washington (KABARIN) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dilaporkan mempertimbangkan untuk menyerahkan sebagian wilayah Donetsk kepada Rusia menurut media The Atlantic, Kamis, yang mengutip penasihat-penasihatnya.
Menurut laporan itu, langkah ini dianggap sebagai konsesi terbesar yang mungkin dilakukan Kiev sejauh ini. Selain itu, pemerintah Ukraina juga sedang menimbang penyelenggaraan referendum musim semi ini untuk memberi dasar hukum bagi keputusan tersebut.
Referendum disebut bisa digabungkan dengan pemilihan presiden mendatang, di mana Zelenskyy berharap tetap mendapat dukungan dari rakyat Ukraina.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Krimea, Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, serta wilayah Zaporozhye dan Kherson tetap menjadi bagian dari Rusia berdasarkan konstitusi negara tersebut.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Zelenskyy sebagai “diktator tanpa pemilu” dan menyatakan tingkat persetujuannya turun menjadi 4 persen. Pada awal Desember, Trump juga mengatakan sudah waktunya Ukraina menggelar pemilu.
Masa jabatan Zelenskyy seharusnya berakhir pada 20 Mei 2024, tetapi pemilu ditunda karena kondisi darurat militer dan mobilisasi umum.
Menanggapi komentar Trump, Zelenskyy menyatakan kesiapannya mengadakan pemilu, namun meminta jaminan keamanan dari AS dan sekutu-sekutu Eropa.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026